Hai semuanya, perkenalkan nama saya Utami. Di sini saya ingin membagikan hal- hal tentang Indonesia. Mungkin di sini saya masih banyak kekurangannya, mohon di maklumkan. Tolong beri dukungan Blog saya agar dapat berkembang ^.^
Samapai jumpa.....
Jumat, 31 Mei 2019
5 Gunung Yang Dapat Didaki Dekat Jakarta
Ada beberapa rekomendasi gunung yang dapat didaki tentunya tidak jauh dari Jakarta.
Tingginya 2.211 mdpl menawarkan medan yang agak licin karena berlumut. Untuk Salak, diperlukan fisik yang cukup prima karena walaupun tergolong gunung pendek, Salak memiliki kontur yang menantang namun memberikan hadiah berupa pemandangan indah saat kamu mencapai puncaknya.
2. GUNUNG SANGGABUANA, BOGOR ( WAKTU DAKI TIDAK SAMPAI 1 JAM )
Tingginya hanya 1292 mdpl Gunung Sanggabuana diapit oleh beberapa bukit dan gunung sehingga menawarkan pemandangan alam yang apik. Disamping itu ada Curug Cigeuntis, sumber air dingin yang jernih dan hutan tropis, yang menjadikannya tempat sempurna untuk bersantai.
3. GUNUNG KAPUR, BOGOR ( WAKTU DAKI TIDAK SAMPAI 1 JAM )
Persisnya di Desa Cibadak, sesuai namanya Gunung ini terbentuk dari bebatuan kapur yang terbentuk secara alamiah. Usai menikmati puncak dan pemandangan kota bogor, petualangan bisa dilanjutkan ke Goa AC durasi tempuhnya hanya 30 menit.
4. GUNUNG BATU, BOGOR ( WAKTU DAKI TIDAK SAMPAI 1 JAM )
Gunung ini disebut-sebut memiliki disebut-sebut mirip dengan alam Selandia Baru, yang menyisipkan alirah sungai yang diapit oleh hamparan alam hijau, persis seperti kampung halaman Froddo dan bangsa Hobbit lainnya.
5. GUNUNG PANCAR, BOGOR ( WAKTU DAKI SAMPAI 3 JAM )
Buat pemula yang ingin bersantai, kaki Gunung Pancar menawarkan pemandian airpanas dengan dikekelingi hutan pinus yang mirip dengan latar belakang film Twilight, tak heran disini menjadi lokasi foto wajib para anak muda. Bila tidak puas di kaki Gunung Pancar, kamu bisa memburu Sun Rise dengan mendaki di malam hari dan mendirikan tenda di puncak gunung.
Ekonomi Jakarta
PENGERTIAN
Siapa sih yang tidak kenal dengan Jakarta? Ibukota negara Indonesia ini tidak kalah unik dengan menyimpan budaya dan etnis yang beragam. Yukk kita simak.....
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia. Di dunia internasional Jakarta juga mempunyai julukan J-Town, atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding New York City (Big Apple) di Indonesia.
Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 10.374.235 jiwa (2017). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggaraatau urutan kedua di dunia.
Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN. Jakarta dilayani oleh dua bandar udara, yakni Bandara Soekarno–Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, serta tiga pelabuhan laut di Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol.
Nah dari pengertian diatas, sudah jelas bahwa Jakarta ini memiliki banyak istilah ya.....
EKONOMI
Tidak di ragukan lagi, Jakarta memang sebagai pusat perputaran ekonomi tercepat. Hal ini didorong oleh banyaknya investor yang menanamkan saham di Jakarta ini.
Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Saat ini, lebih dari 70% uang negara beredar di Jakarta. Perekonomian Jakarta terutama ditunjang oleh sektor perdagangan, jasa, properti, industri kreatif, dan keuangan. Beberapa sentra perdagangan di Jakarta yang menjadi tempat perputaran uang cukup besar adalah kawasan Tanah Abang dan Glodok. Kedua kawasan ini masing-masing menjadi pusat perdagangan tekstil serta dengan sirkulasi ke seluruh Indonesia. Bahkan untuk barang tekstil dari Tanah Abang, banyak pula yang menjadi komoditi ekspor. Sedangkan untuk sektor keuangan, yang memberikan konstribusi cukup besar terhadap perekonomian Jakarta adalah industri perbankan dan pasar modal. Untuk industri pasar modal, pada bulan Mei 2013 Bursa Efek Indonesia tercatat sebagai bursa yang memberikan keuntungan terbesar, setelah Bursa Efek Tokyo. Pada bulan yang sama, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia telah mencapai USD 510,98 miliar atau nomor dua tertinggi di kawasan ASEAN.
Pada tahun 2012, pendapatan per kapita masyarakat Jakarta sebesar Rp 110,46 juta per tahun (USD 12,270). Sedangkan untuk kalangan menengah atas dengan penghasilan Rp 240,62 juta per tahun (USD 26,735), mencapai 20% dari jumlah penduduk. Di sini juga bermukim lebih dari separuh orang-orang kaya di Indonesia dengan penghasilan minimal USD 100,000 per tahun. Kekayaan mereka terutama ditopang oleh kenaikan harga saham serta properti yang cukup signifikan. Saat ini Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan harga properti mewah yang tertinggi di dunia, yakni mencapai 38,1%. Selain hunian mewah, pertumbuhan properti Jakarta juga ditopang oleh penjualan dan penyewaan ruang kantor. Pada periode 2009-2012, pembangunan gedung-gedung pencakar langit (di atas 150 meter) di Jakarta mencapai 87,5%. Hal ini telah menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan pencakar langit tercepat di dunia.[Pada tahun 2020, diperkirakan jumlah pencakar langit di Jakarta akan mencapai 250 unit. Dan pada saat itu Jakarta telah memiliki gedung tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian mencapai 638 meter (The Signature Tower).
Langganan:
Komentar (Atom)






